Jumat, 13 November 2015

Cara Menjadi Teman yang Baik



Menjadi teman yang baik tidak selalu mudah, tapi kalau Anda luangkan waktu untuk memupuk pertemanan yang awet, usaha sekecil apa pun pastilah berharga. Seiring berlalunya waktu, beberapa orang akan tetap menemani Anda, tapi lebih banyak yang tidak. Saat itulah Anda akan sadar, betapa berharganya tiap hubungan pertemanan yang bisa Anda jaga. Tentu saja, untuk memiliki teman baik, Anda harus siap menjadi teman baik. Dan itu memerlukan banyak upaya dan atensi. Anda harus bisa dipercaya, hadir untuk teman Anda saat dia mengalami kesulitan, dan memperdalam hubungan untuk menjadikannya awet. Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda mengetahui cara menjadi teman yang baik.
Iklan

Metode 1 dari 3: Jadilah Orang yang Bisa Dipercaya

  1. Be a Good Friend Step 01
    1
    Penuhi janji-janji Anda. Jangan pernah membuat janji yang tidak bisa Anda penuhi. Atau, setidaknya, jangan jadikan itu kebiasaan. Kalau Anda berkata bahwa Anda akan datang menemui teman Anda, tapi kemudian muncul sesuatu yang bisa jadi alasan untuk membatalkannya, jelaskan situasinya. Percayalah, pertemanan cukup kuat untuk penolakan maupun persetujuan. Tidak ada manusia sempurna. Tidak masalah kalau Anda gagal memenuhi janji sesekali. Tapi jangan terus-menerus mengulanginya.
    • Saat Anda membuat janji yang serius, tataplah mata teman Anda sembari perlahan mengatakannya. Tunjukkan bahwa Anda memang berniat memenuhi janji itu, bukan sekadar mengatakannya karena Anda merasa berkewajiban melakukannya.
    Iklan
  2. Be a Good Friend Step 02
    2
    Jadilah orang yang bisa diandalkan. Menjadi teman yang bisa diandalkan adalah salah satu aspek penting dalam upaya menjadi teman yang baik. Tidak seorang pun suka dan mau berteman dengan orang yang terlalu impulsif dan tidak terduga. Sulit mengandalkan orang yang tidak konsisten dan susah dipercaya. Anda mungkin pernah bertemu orang yang berniat baik, mengatakan, "Oke, saya akan..." tapi tidak pernah memenuhinya. Kalau Anda orang seperti itu, percayalah, Anda tengah mengikis kepercayaan teman-teman Anda. Pada akhirnya mereka akan berhenti memercayai apa pun yang Anda katakan.
    • Kalau tidak yakin Anda bisa melakukan sesuatu, jangan menyetujuinya. Lebih baik jujur saja. Katakan Anda tidak yakin Anda sanggup.
    • Teman Anda butuh selalu merasa yakin bahwa mereka bisa mengandalkan Anda. Termasuk di masa suram. Kalau Anda menemani hanya ketika mereka sedang senang, Anda bukan teman yang baik.
  3. Be a Good Friend Step 03
    3
    Minta maaflah kalau Anda berbuat salah. Kalau ingin dipercaya teman-teman, Anda tidak boleh bersikap seakan Anda manusia sempurna. Saat Anda tahu Anda telah berbuat salah, terimalah tanggung jawabnya. Jangan menyangkal. Jangan berpura-pura tidak ada yang salah. Atau, lebih buruk lagi, menyalahkan orang lain. Walau teman Anda mungkin tidak menyukai kesalahan itu, dia akan sangat senang menyadari Anda dewasa dan cukup rendah hati untuk mengakuinya.
    • Ketika minta maaf, lakukan dengan sungguh-sungguh. Biarkan teman Anda mendengar ketulusan dalam suara Anda. Buktikan bahwa Anda peduli akan perasaan mereka.
  4. Be a Good Friend Step 04
    4
    Jujurlah. Kalau ingin menjadi teman yang baik dan bisa dipercaya, Anda harus jujur mengenai perasaan Anda akan tindakan teman-teman maupun hubungan pertemanan itu. Kejujuran mengungkapkan perasaan memungkinkan komunikasi tetap terbuka. Kalau teman menyakiti Anda, jangan takut membahasnya. Kalau ada sesuatu yang membuat Anda kesal atau kecewa, jangan ragu untuk membuka hati pada teman-teman Anda.
    • Bersikap jujur berbeda dengan blak-blakan. Terlalu blak-blakan bisa menyakiti perasaan teman Anda. Kalau yakin teman Anda kecanduan alkohol, Anda berkewajiban membahasnya. Tapi, kalau menganggap dia terlihat aneh mengenakan gaun barunya, sebaiknya Anda diam saja.
    • Jadilah diri Anda sendiri. Jalinlah hubungan dengan orang-orang yang bisa Anda hargai secara mendalam kalau Anda mendambakan pertemanan yang awet. Investasikan waktu dan energi Anda untuk orang-orang yang mengizinkan Anda menjadi diri sendiri. Tidak perlu berpura-pura. Perilaku yang kurang tulus bisa dengan cepat mengakhiri pertemanan itu.
  5. Be a Good Friend Step 05
    5
    Jangan memanfaatkan orang lain. Kalau teman Anda curiga Anda hanya memanfaatkannya, dia akan segera meninggalkan Anda. Pertemanan yang baik tidak terbentuk dari harapan bahwa popularitas atau jaringan orang lain memberi Anda keuntungan. Kalau Anda mencoba berteman dengan seseorang demi diterima di kelompok sosial tertentu, Anda bukan teman yang baik, melainkan seorang oportunis. Dan akhirnya, niat Anda yang tidak bermakna itu akan ketahuan.
    • Kalau Anda bereputasi gemar memanfaatkan orang lain, bisa-bisa tidak ada yang mau berteman dengan Anda.
    • Pertemanan itu memberi dan menerima. Tentu saja, nyaman rasanya kalau teman memberi Anda tumpangan ke sekolah atau kantor. Tapi pastikan Anda juga siap membantunya kelak.
  6. Be a Good Friend Step 06
    6
    Jadilah teman yang setia. Kalau teman menceritakan sebuah rahasia pada Anda, jagalah baik-baik rahasia itu. Jangan membahasnya dengan siapa pun. Anda tidak mau teman membeberkan rahasia Anda ke orang lain, bukan? Jangan bicarakan teman Anda tanpa sepengetahuannya. Jangan sebarkan rumor tentang rahasia yang dipercayakannya pada Anda. Jangan katakan apa pun yang Anda takkan sanggup ulangi saat berhadapan dengannya. Jadilah teman setia bagi teman sejati Anda. Bela dia ketika teman baru atau orang-orang yang kurang Anda kenal mulai bergosip tentangnya.
    • Teman setia memahami pentingnya pertemanan yang awet dan stabil. Jangan buang semua itu demi menghabiskan waktu Anda bersama pacar baru atau orang keren yang baru Anda kenal.
    • Kalau Anda bereputasi "ember bocor" atau tukang gosip, teman-teman Anda akan segera menyadarinya. Tak usah heran kalau mereka ragu menguak apa pun yang bersifat pribadi pada Anda kelak. Atau bahkan enggan melewati waktu bersama Anda.
    • Jangan biarkan siapa pun mengatakan hal-hal buruk tentang teman Anda. Hingga Anda memperoleh kesempatan untuk mendengar kisah itu dari sudut pandang teman Anda, perlakukan komentar yang tiba di telinga Anda--yang tidak positif--sebagai rumor belaka. Kalau seseorang mengatakan sesuatu yang mengejutkan, dan Anda tahu teman Anda biasanya tidak mengatakan atau melakukan hal itu, jawab saja, "Saya tahu dia. Yang Anda katakan sepertinya tidak benar. Biar saya bicara dulu dengannya, memastikan bagaimana sudut pandangnya. Sampai saat itu tiba, saya sangat berterima kasih kalau Anda tidak menyebarkannya."
  7. Be a Good Friend Step 07
    7
    Hargai teman Anda. Teman yang baik saling menghargai dengan terbuka dan mendukung satu sama lain. Kalau teman Anda punya nilai-nilai kehidupan dan keyakinan yang tidak segaris dengan Anda, hargai pilihannya. Bukalah hati dan pikiran Anda untuk mendengar lebih banyak tentangnya. Teman Anda butuh merasa nyaman menyuarakan pendapatnya atau mendiskusikan perspektif baru, yang boleh jadi tidak sepaham dengan Anda. Kalau teman Anda beranggapan bahwa Anda selalu menjatuhkan atau menentang tiap ide menarik atau orisinal yang dia lontarkan, pertemanan itu rawan retak.
    • Kadang teman mengatakan hal-hal yang membuat Anda bosan, kurang nyaman, atau terganggu. Tapi, kalau menghargai teman, Anda memberinya kesempatan untuk berbicara tanpa menghakiminya.
    • Saat Anda tidak bisa bertatap muka dengan teman, kemukakan ketidaksepakatan Anda dengan tetap menghargainya. Belajarlah untuk melihat segala hal secara berbeda, minimal dari sudut pandang teman Anda.

5 Tipe Pacaran SANGAT Tidak Sehat



Semburat langit senja merambat pada kaca jendela salah satu restoran fast food yang menyediakan ayam tiren goreng kriuk. Di salah satu meja yang menghadap kaca jendela, Wakiman sedang memperhatikan Marni dari balik frame kaca mata cokelatnya yang lebar dan lebih mirip kacamata tukang las.

“Sayang, kamu mau nambah lagi?” tanya Wakiman kebingungan melihat Marni baru saja memanggil waitress setelah menelan dengan paksa bagian dengkul ayam.

“Iya, Beb. Gapapa kan?” Marni mengedipkan matanya dengan genit dan cepat. Tubuh Marni memang tidak wajar besarnya. Diameter betis dan pinggangnya sama.

Wakiman menelan ludah, berarti ini ayam ke 87 yang dipesan kekasihnya. Dia merasa ludahnya terasa pahit karena teringat jumlah uang di dompetnya dan juga kesehatan Marni yang selama setahun terakhir mengkonsumsi fast food dengan frekuensi di atas normal.

“Nggak apa-apa kok, tapi ini yang terakhir ya? Nggak bagus kamu makan fast food terus, nanti–“

“GENDUT?” tukas Marni cepat sambil melotot. “IYA KAN?! Nanti aku gendut?”

“KASIHAN KELUARGA AYAMNYA!” Wakiman gelagapan. “Kamu emang nggak pernah kepikiran nasib keluarga ayam yang kamu makan?”

“Maksud kamu?” Marni mendengus kesal sambil cemberut dan meremas dagu waitress pria yang baru tiba untuk mengangkat piring kotor.

Wajah Wakiman tiba-tiba pucat seperti orang yang terserang penyakit antraks. Dia berkata dengan nada pelan dan lirih. “Gimana kalo ayam yang kamu makan itu punya anak yang masih kecil? Terus dia janda, apa kamu gak kasihan sama nasib anaknya yang tinggal tanpa kasih sayang sang induk?”

Marni termenung mendengar pertanyaan Wakiman. Selera makannya langsung menguap entah ke mana. Tiba-tiba saja Marni terisak pelan. “Maafin aku, Sayang. Yaudah, aku nggak nambah lagi. Pulang yuk?”

“Yuk… Eh tapi kamu pulang naik taksi aja ya kayak kemarin.” Wakiman tersenyum memamerkan deretan giginya yang berwana chrome.

“Oke.” Marni mengangguk, lalu dengan santainya ia memasukkan tangannya ke kantung kemeja Wakiman untuk mengambil ongkos pulang. Selembar uang lima puluh ribu. Kemudian ia mencium pipi Wakiman sebagai tanda terima kasih dan pergi meninggalkan kekasihnya itu.

Setelah punggung Marni menghilang dari balik pintu restoran, Wakiman mengembuskan napas lega dan mencari siasat bagaimana caranya untuk keluar dari restoran ini tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Kemudian tanpa rasa ragu, Wakiman membuka seluruh pakaiannya dan berlari di dalam restoran itu sambil berteriak cepat berkali-kali. “MONYET BAWA PAKU!” Dan membuat seluruh orang di restoran itu melihat ke arahnya. Karena Wakiman dikira gila, kemudian dia diusir dari restoran tanpa disuruh bayar.

Aduh, kasian banget sih nasib Wakiman ya. Demi memenuhi keinginan kekasihnya, dia rela mempermalukan dirinya sendiri. Berangkat dari kisah Wakiman, itu adalah salah satu tipe pacaran yang nggak sehat. Pacaran yang jarang olahraga. OKE BYE!

Tapi nih ya, masih ada tipe pacaran yang nggak sehat. Kanda akan membahasnya buat kamu-kamu yang jomlo dan baru aja jadian, supaya gak memiliki tipe-tipe pacaran seperti di bawah ini.

Pacaran yang bikin kamu terisolasi dari hubungan penting lain

Seringkali terjadi, ketika punya pacar, banyak orang yang jadi terisolasi dengan hubungan penting lain seperti pertemanan, persahabatan, dan yang paling parah… Keluarga!


Itu semua karena terlalu fokus berhubungan dengan pacar, dan jadi lupa betapa pentingnya menjaga hubungan lain. Nggak heran muncul kalimat seperti ini.

“Sombong banget lo semenjak punya pacar! Gak pernah ikut ngelem.”

“Nak, kamu kok jadi jarang di rumah sejak pacaran?”

“Katanya sahabat, dihubungin tapi susah banget semenjak pacaran!”

Nah kan, tentu tipe pacaran ini memiliki dampak negatif terhadap interaksi kamu sebagai makhluk sosial. Jangan sampai kamu melepas tali ikatan hubungan penting lain, apalagi kalo itu permintaan si pacar. Mending putusin sejak dini deh kalo pacar kamu begitu.

Pacaran yang bikin kamu jadi masokis

Kanda sering banget geleng-geleng kepala mendengar kasus pacaran yang bikin salah satu pelakunya menderita, tapi anehnya tetap bertahan. Karena apa? KARENA SAYANG!

Menderita yang dimaksudkan itu adalah luka yang timbul secara fisik dan perasaan. Ada kan tuh hubungan yang salah satu pasangannya sering bertindak kasar main tangan, main pukul. Dan yang sering terdengar adalah korbannya cewek.


Girls, perlu dicamkan sama kamu ya. Kalo kamu punya pasangan yang suka berbuat kasar, mending buru-buru akhiri hubungan itu. Nggak usah berlindung di balik kalimat “Nggak bisa, udah terlanjur sayang. Mungkin itu cara dia nunjukkin kasih sayangnya.” Itu bikin kamu jadi pribadi yang masokis dan menyedihkan. Dan cara menujukkan kasih sayang itu nggak dengan kekerasan! Nggak ada satupun alasan waras bagi cowok buat mukulin cewek.

Pacaran yang bikin kamu lupa masa depan

Orang yang sedang jatuh cinta itu suka lupa dengan banyak hal yang mestinya harus diurusi dan diutamakan. Banyak yang saking menikmati pacaran, jadi malas dan lupa dengan tanggung jawabnya. Ada kan tuh yang gara-gara keasyikan pacaran, akademisnya jadi berantakan. Bolos sekolah/kuliah demi ketemu si pacar dan males ngerjain tugas karena galauin si pacar.

Sadar nggak sih itu bikin kamu lupa masa depan? Sedangkan masa depan itu sangat penting bagi jenjang hubungan yang lebih serius, ditambah fakta bahwa orang tua pasti sedih dan marah kalo tau akademisnya buruk. Bayangkan jika hal itu terjadi, yang rugi siapa? Ya jelas kamu sendiri.


Pacaran yang baik itu justru membentuk pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab dengan masa depannya. Bersama si pacar, kamu jadi rajin belajar dan cepat menyelesaikan pendidikan. Kalo udah selesai kan enak, bisa kerja dan nabung buat nikah untuk bekal berumah tangga nanti.

Emang nggak malu modal pacaran dari orang tua mulu?

Pacaran yang bikin kamu nggak jadi diri sendiri

“Ngapain sih kamu ngejalanin hobi yang gak penting itu?”

“Kamu nanti harus begini ya…”

“Aku gak mau tau, aku pengin kamu…”

AH! Bullshit! Lagi-lagi demi membahagiakan pacar, kamu harus rela melakukan hal yang nggak kamu mau dan meninggalkan hal yang ‘kamu banget’. Hayo, di antara kamu-kamu pasti ada yang kayak gitu kan? Itu tuh bener-bener gak sehat.

Pacaran itu adalah sebuah tahap hubungan yang menciptakan ruang baru yang seharusnya diisi dengan banyak hal baru dan memberikan kebebasan. Jadi kalo pacaran justru bikin kamu nggak jadi diri sendiri, itu sama aja menghambat proses kamu untuk maju.

Buat apa pacaran kalo kamu dipaksa melakukan hal yang nggak kamu suka? Apalagi itu bukan demi kebaikan, hanya memenuhi ego pacarmu. Perlahan-lahan kamu akan merasa tersika dan bikin kamu merasa asing dengan diri sendiri. Kalo dia emang sayang, justru dia akan mendukung kamu dan membebaskan kamu melakukan hal yang kamu suka, asalkan tetap menjaga hati dan perasaannya.

Pacaran yang mengatasnamakan bukti cinta dengan making love

Dewasa ini, Kanda dan seluruh orang tua ngerasa pergaulan remaja itu udah pada tahap yang parah banget. Terlalu bebas. Entah udah berapa kali Kanda mendengar kabar dan berita remaja yang tiba-tiba aja mendapat gelar MBA. Iya, married by accident, alias menikah karena hamil.

Pastinya itu adalah hal yang sangat fatal dan memalukan, serta mempengaruhi psikologis baik terhadap pelaku dan keluarganya. Itu juga dinilai aib besar di mata masyarakat. Bagaimana hancurnya perasaan orang tua yang anaknya mengalami hal itu? Dididik dari kecil baik-baik, eh udah gede malah…, oh astaga amit-amit jabang olaraga.

Kisanak sekalian, cinta itu memang butuh bukti dengan bentuk tindakan. Genggaman tangan, pelukan, dan cium pipi. I think it’s enough. Nggak sampai menjamah bagian tubuh yang sensitif terhadap rangsangan berhubungan seksual.

Terlebih jika kamu cewek, keperawanan adalah hal yang SANGAT BERHARGA, sekali lagi SANGAT BERHARGA dan nggak bisa kamu miliki dua kali. Itu adalah mahkota kehormatan yang nantinya kamu berikan sama suami kamu nanti.

Jangan karena pacar kamu meminta bukti cinta, kamu dengan mudahnya memberikan itu ke pacar kamu yang ‘hanya janji’ akan jadi masa depanmu. Seperti yang sudah-sudah, penyesalan itu datangnya belakangan. Kalo mau, ya dia harus buktiin janjinya dulu. Menang banyak lu. ~


Sorry to say, memang, alat kelamin kamu itu bukan milik negara, dan boleh kamu gunakan, tetapi pada saatnya nanti ketika udah nikah dan dinilai jadi kebutuhan. Saran Kanda, kalo kamu emang udah ngebet banget pengin making love, buru-buru selesaikan pendidikan, kerja, dan menikahlah! Bebas sama siapa juga, sama gerobak getuk juga boleh. Yang penting udah sah.

Orang yang tepat buat kamu adalah orang yang menyayangi kamu dengan cara membebaskan, menjaga dan menghormati, bukan merusak.

Itulah tipe-tipe pacaran yang nggak sehat, yang sebaiknya kamu hindari dan kalo perlu diakhiri sedini mungkin. Semoga bisa jadi warning buat diri kamu supaya gak bertindak bodoh.

Jadi sebagai penutup, karena Kanda udah pegel banget nulisnya, di antara kamu-kamu apakah ada yang pernah atau sedang menjalani tipe pacaran di atas? Coba share di kolom comments, kita bicarakan baik-baik. ~

Rabu, 11 November 2015

MACAM-MACAM MATI SYAHID


Bismillahi-rrahmaani-rrahiim ....
Imam Nawawiy dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyatakan, bahwa syahiid itu terbagi menjadi tiga macam.
Pertama, syahid dunia dan akherat; yaitu, orang yang gugur di dalam peperangan melawan kaum kafir disebabkan karena terbunuh. Orang semacam ini dihukumi sebagai syuhada’ yang akan memperoleh pahala di akherat dan dihukumi syahid dunia, yakni jenazahnya tidak dimandikan dan disholatkan. Ia dikuburkan bersama dengan pakaian dan darah yang melekat di badannya.
Kedua, syahid akherat, yakni orang yang mendapat pahala di akherat, akan tetapi tidak dihukumi syahid di kehidupan dunia. Mereka adalah meninggal dunia karena sakit perut, penyakit thaun, orang yang tertimpa bangunan atau tembok, orang yang terbunuh karena mempertahankan harta, dan orang-orang yang telah disebutkan di dalam hadits shahih dengan sebutan syahid. Orang-orang semacam ini, jenazahnya wajib dimandikan dan disholatkan. Mereka mendapatkan pahala syahid di akherat, hanya saja tidak sama dengan pahala orang yang mati syahid jenis pertama.
Adapun dalil-dalil yang menunjukkan sejumlah orang yang mendapatkan pahala syahid di akherat; atau yang disebut dengan syahid akherat; namun tidak dihukumi syahid dunia, adalah sebagai;
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Syuhadaa’ (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, “orang mati karena terkena penyakit tha’un (lepra), orang yang meninggal karena sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang tertimpa bangunan rumah atau tembok; dan orang yang gugur di jalan Allah.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Di dalam Shahih Muslim juga diriwayatkan sebuah hadits, bahwa Rasulullah saw bertanya:
مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ
“Siapakah diantara kalian yang terhitung mati syahid? Para shahabat menjawab, “Ya Rasulullah! Siapa saja yang terbunuh di jalan Allah, ia adalah syahid.” Nabi saw berkata,”Kalau begitu, orang yang mati syahid dari kalangan umatku tentunya sangat sedikit.” Para shahabat pun bertanya, “Lantas, siapakah mereka yang Rasulullah? Nabi menjawab, “Siapa saja yang terbunuh di jalan Allah, ia adalah syahid. Siapa saja yang mati di jalan Allah, ia adalah syahid, dan siapa saja yang mati karena terserang penyakit lepra; ia adalah syaid. Siapa saja yang mati karena sakit perut, maka ia adalah syahid.”[HR. Imam Muslim]
Dalam riwayat lain, Imam Muslim juga menuturkan sebuah hadits dari Anas bin Malik ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
مَنْ طَلَبَ الشَّهَادَةَ صَادِقًا أُعْطِيَهَا وَلَوْ لَمْ تُصِبْهُ
“Siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkan syahid, maka ia akan diberikan pahala (syahid), meskipun ia tidak mendapatkannya.”[HR. Imam Muslim]
Imam Thabaraniy mengetengahkan sebuah riwayat dari Jabir bin ‘Utaik, bahwa Rasulullah saw bersabda:
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
“Syahid ada tujuh macam selain gugur (terbunuh) di jalan Allah; orang yang mati karena penyakit lepra adalah syahid. Orang yang mati tenggelam adalah syahid, orang yang mati karena penyakit bisul perut adalah syahid; orang yang mati terbakar adalah syahid; orang yang mati karena tertimpa bangunan atau tembok adalah syahid; dan wanita yang gugur disaat melahirkan (nifas).”[HR. Imam Thabaraniy]
Di dalam hadits yang diriwayatkan Imam Thabaraniy juga dituturkan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
مَنْ صُرِعَ عَنْ دَابِّتِهِ فَهُوَ شَهِيـْدٌ
“Siapa saja yang mati karena terlempar dari kendaraannya, ia adalah syahid.”[HR. Imam Thabaraniy]
Imam Thabaraniy juga meriwayatkan sebuah hadits, dengan sanad shahih, dari Ibnu Mas’ud, bahwasanya Nabi saw bersabda:
مَـنْ تَرَدَّي مِنْ رُؤُوْسِ الْجِبَالِ, وَتَأْكُلُهُ السِّبَاعُ, وَيَغْرِقُ فِى الْبَحْرِ لَشَهِيْـدٌ عِنْدَ اللهِ
“Siapa saja yang mati karena jatuh dari puncak gunung, atau dimangsa bintang buas, atau tenggelam di laut, maka ia syahid di sisi Allah swt.”[HR. Imam Thabaraniy]
Dalam sebuah riwayat yang dikisahkan oleh Imam Abu Dawud dituturkan bahwasanya Nabi saw bersabda:
مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ أَوْ دُونَ دَمِهِ أَوْ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ
“Siapa saja yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia mati syahid. Siapa saja yang terbunuh karena membela keluarganya, nyawanya, atau agamanya, maka ia mati syahid.”[HR. Imam Abu Dawud]
Imam Nasaiy juga mengetengahkan sebuah hadits shahih dari Suwaid bin Muqarrin, bahwasanya Nabi saw bersabda:
مَنْ قُتِلَ دُونَ مَظْلَمَتِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh karena tidak ingin didzalimi, maka ia adalah syahid.”[HR. al-Nasaiy, hadits ini shahih]
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Imam Daruquthniy telah menshahihkan Sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu ‘Umar:
مَوْتُ الْغَرِيْبِ شَهَادَةٌ
“Kematian gharib (orang yang terasingkan) termasuk syahid.”[1]
Menurut Ibnu al-Tiin, semua keadaan di atas merupakan kematian yang telah ditetapkan Allah sebagai keutamaan bagi umat Mohammad saw. Sebab, Allah swt akan mengampuni dosa-dosa mereka dan menambah pahala mereka hingga mencapai martabat syahid. Hanya saja, menurut al-Hafidz Ibnu Hajar, derajat atau martabat mereka tidaklah sama dengan syahid jenis pertama.[2]
Ketiga, syahid dunia saja; yakni orang yang mengambil dengan sembunyi-sembunyi harta ghanimah, atau melakukan perbuatan-perbuatan lain yang bisa menafikan sebutan jihad. Jika orang ini gugur di medan perang melawan orang kafir, maka ia dihukumi syahid di dunia, sehingga tidak wajib dimandikan dan disholatkan . Akan tetapi, ia tidak mendapatkan pahala yang sempurna di akherat.[3]
Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Musa al-Asy’ariy, bahwasanya ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw dan berkata:
الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Ada seorang laki-laki berperang karena ingin mendapatkan ghanimah, ada pula yang berperang untuk diingat (kemasyhuran), dan ada pula yang berperang supaya kedudukannya tinggi; lantas siapa orang yang benar-benar berjihad di jalan Allah? Rasulullah saw menjawab, “Siapa saja yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia benar-benar berjihad di jalan Allah.”[HR. Muslim]
Di dalam riwayat Muslim juga dituturkan, bahwa syarat agar memperoleh pahala syahid di akherat adalah tidak melakukan kemaksiyatan. Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat dari ‘Abdullah bin Abi Qatadah, dari Qatadah, bahwasanya Rasulullah saw berdiri diantara para shahabat, dan menyampaikan kepada mereka bahwa jihad di jalan Allah, dan iman kepada Allah merupakan seutama-utama amal. Seorang laki-laki berdiri dan bertanya kepada Nabi saw:
أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تُكَفَّرُ عَنِّي خَطَايَايَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ إِنْ قُتِلْتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ قُلْتَ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَتُكَفَّرُ عَنِّي خَطَايَايَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ إِلَّا الدَّيْنَ فَإِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ لِي ذَلِكَ
“Apakah jika aku gugur di jalan Allah, semua dosa-dosaku akan terampuni? Nabi saw menjawab, “Ya. Jika kamu terbunuh di jalan Allah, dan kamu bersabar atas apa yang menimpamu, dan kamu tidak berbuat maksiyat.” Lalu, Rasulullah saw bertanya lagi, “Apa katamu? Laki-laki itu menjawab, “Jika aku terbunuh di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan terhapus? Nabi saw menjawab, “Benar. Dan kamu bersabar atas apa yang menimpamu dan tidak melakukan maksiyat, kecuali hutang. Sebab, Jibril as telah mengabarkan hal itu kepadaku.” [HR. Imam Muslim]
Di dalam hadits lain juga dituturkan mengenai siksaan Allah swt bagi orang yang berperang supaya dianggap pemberani. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ قَالَ تَفَرَّقَ النَّاسُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ لَهُ نَاتِلُ أَهْلِ الشَّامِ أَيُّهَا الشَّيْخُ حَدِّثْنَا حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ
“Sesungguhnya, orang yang pertama kali dihisab kelak di hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid. Kemudian ia membawa amalnya itu di hadapan Allah swt. Allah swt bertanya kepadanya, “Amal apa yang telah kamu perbuat di dunia? Laki-laki itu menjawab, “Saya berperang untukMu hingga aku mati syahid.” Allah swt berfirman, “Kamu bohong. Sesungguhnya kamu berperang agar dikatakan pemberani.” Kemudian Allah menghisabnya, dan menyeret wajahnya, hingga ia dilemparkan ke dalam neraka.”[HR. Imam Muslim]
Hadits ini menunjukkan, bahwa orang yang berperang dengan motif sam’ah (supaya disebut pemberani) tidak akan mendapatkan pahala syahid di akherat; meskipun di dunia ia diperlakukan sebagai orang yang mati syahid (tidak dimandikan dan disholatkan).

Minggu, 08 November 2015

35 point Syiah bukan Islam


35 point Syiah bukan Islam
A. Z. Muttaqin Senin, 22 Sya'ban 1434 H / 1 Juli 2013 15:14
35 point Syiah bukan Islam
Ilustrasi - 35 point Syiah bukan Islam
Laporkan iklan tak layak ⤴

JAKARTA (Arrahmah.com) – Peneliti Syi’ah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Kholili Hasib, M.A mengungkapkan 35 point tentang Syiah bukan Islam.

    Syiah bukan Islam – sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita  pahami dahulu bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Itsna Asyariah bukan Zaidiyah.

    Syiah bukan Islam – Syiah Itsna Asyariyah adalah Syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas ada di dunia  termasuk rezim yang berkuasa di Iran.

    Syiah bukan Islam – Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mereka mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi. Syiah Zaidiyah bukan Rafidah karena tidak mencaci sahabat.

    Syiah bukan Islam – Ciri khas utama Syiah ada dua yakni kultus berlebihan pada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap sahabat Nabi.

    Syiah bukan Islam – Saya menyimpulkan dua ciri khas utama itu adalah wordlview-nya Syiah. Semua aspek dalam agama pasti berpangkal pada dua hal tsb.

    Syiah bukan Islam – Silahkan yang mau membuktikan pemikiran Syiah tentang al-Qur’an, hadits, politik, fiqih diasaskan oleh kultus Ali dan benci kepada para sahabat.

    Syiah bukan Islam – Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke esa an Syiah berbeda dengan konsep ke esa an dalam Islam

    Syiah bukan Islam – Kitab al-Kafi-kitab hadits syiah yang utama menjelaskan bahwa yg dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yg lain.

    Syiah bukan Islam – Lebih jelas lagi dalam kitab Bihar al-Anwar,kitab rujukan Syiah, yg mengatakan “Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir.”

    Syiah bukan Islam – Jadi yang dimaksud syirik bagi Syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.

    Syiah bukan Islam – Jadi syiah itu sejatinya golongan takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama.

    Syiah bukan Islam – Non Syiah, orang selain Syiah mereka sebut nawashib. Sebutan hina.  Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.

    Syiah bukan Islam – Syiah menyesatkan para aimmatul madzahib imam madzhab  yang empat, Ahlussunnah.  Mereka disebut ahlul bid’ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah).

    Syiah bukan Islam – Istri tercinta Nabi,Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali, dia ingkar kepada Allah.

    Syiah bukan Islam – Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahabat yang Islam yakni Abu Dzar, Salman, dan Miqdad.

    Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menghalalkan mut’ah. Lagi-lagi karena yg meriwayatkan haramnya mut’ah itu Umar bin Khattab. Karena kebenciannya itu haditsnya ditolak.

    Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menolak mushaf utsmani sebagai al-Qur’an? Karena yang menyusun itu Utsman yg mereka benci.

    Syiah bukan Islam – Dalam kitab Thaharah, Khomaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi.

    Syiah bukan Islam – Syaikh Shoduq ulama Syiah, mengatakan darah nawasib (muslim sunni) itu halal.

    Syiah bukan Islam – Imam Khomaini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb).

    Syiah bukan Islam – Karena itu cara tepat mengenal Syiah itu dengan menelaah kitab-kitab induk mereka. Karena itu ajaran mrk sesungguhnya.

    Syiah bukan Islam – Jangan terkecoh dengan buku-buku Syiah sekarang. Karena penuh propaganda, intrik dan pengelabuan.

    Syiah bukan Islam – Syiah punya rukun agama bernama taqiyah. “La dina liman la taqiyata” artinya tidak beragama yang tidak taqiyyah, disebut dalam al-kafi.

    Syiah bukan Islam – Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan bahwa golongan yang paling banyak bohongnya itu Syiah.

    Syiah bukan Islam – Maka jangan heran jika mereka mengaburkan fakta-fakta Syiah Sampang. Karena itu bagian dari aqidah. Teologi kebohongan  itulah taqiyah.

    Syiah bukan Islam – Waspadalah Syiah punya sayap militan. Mereka pernah mau kirim relawan ke Suriah bantu rezim Asad.

    Syiah bukan Islam – Seorang pengurus PBNU pernah menulis, Syiah Indonesia sedang siapkan konsep imamah di Indonesia. Dalam arti mereka sedang siapkan revolusi

    Syiah bukan Islam – Syiah membahayakan NKRI. Ada fatwa Khomeini yang mewajibkan Syiah untuk revolusi di negara masing-masing.

    Syiah bukan Islam – Gerakan Syiah didukung kelompok liberal. Pokoknya segala aliran yang rusak dan sesat yang dilekatkan pada Islam didukung Syiah. Mereka sekarang bersatu.

    Syiah bukan Islam – visi Syiah-liberal hampir sama dalam hal pelecehan terhadap sahabat nabi dan meragukan al-Qur’an.

    Syiah bukan Islam – Liberal punya ideologi relativisme. Ternyata Syiah dalam kampanye gunakan ideologi tersebut untuk kelabuhi Sunni.

    Syiah bukan Islam – contoh relativisme Syiah adalah, kampanye Sunnah-Syiah sama saja. Sama Tuhan dan Nabinya. Ini mencontek kaum liberal.

    Syiah bukan Islam – Filsafatnya orang Syiah ternyata juga berujung pluralisme dan pantaeisme. FiIsalafatnya mengadopsi paripatetik.

    Syiah bukan Islam – Demikianlah fakta-fakta Syiah. Jika muslim anti liberal maka seharusnya juga anti Syiah. Mereka sama-sama ideologi perusak Islam.

    Syiah bukan Islam – Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari makar Syiah dan Liberal.

(azmuttaqin/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/35-point-syiah-bukan-islam.html#sthash.oXdk6veX.dpuf

Rabu, 04 November 2015

mujahid indonesia

Shoutussalam – Forum Islam dan Jihad Indonesia, al Busyro kembali merilis pernyataan penjelasan terbaru terkait statemen Shoutul Jihad Nusantara (SJN) yang berjudul “Panggilan Kepada Mujahidin di Bumi Syam” yang menyudutkan satu faksi jihad Suriah, yakni Daulah Islam Iraq dan Syam dan mengunggulkan yang lain, yakni Jabhat al Nusrah.
Sebelumnya, Forum al Busyro telah merilis statemen klarifikasi atas pernyataan tersebut, mengatakan bahwa ia dikeluarkan secara sepihak tanpa musyawarah, dan membantah isinya yang mendesak Amirul Mukminin Syaikh al Baghdadiy melepas Imarah Syam dan kembali fokus saja ke Iraq.
Singkatnya, pernyataan tersebut tidak mewakili pengurus Forum al Busyro dan Mujahidin Nusantara yang berada di Indonesia Timur (MIT). Sebaliknya, menegaskan bahwa mereka berada di sisi faksi Mujahidin Syam yang terbukti telah menegakkan Syari’at Islam.
Rilis statemen “Panggilan Kepada Mujahidin di Bumi Syam” tersebut kemudian dimuat oleh sejumlah media massa Islam, namun statemen klarifikasinya tidak dimuat. Atas fenomena tersebut, Forum al Busyro menegur media-media tersebut agar takut kepada Allah dan tidak berlaku dzolim.
Berikut rilis statemennya!
Forum Islam Al-Busyro
Al-Busyro Islamic Forum 
Pernyataan dan Penjelasan
Terkait Rilisan Berjudul
“Panggilan Kepada Mujahidin di bumi Syam”
Yang Diterbitkan Atas Nama Shoutul Jihad Nusantara (SJN)
Pernyataan ini merupakan penjelasan seputar terbitnya rilisan sepihak yang berjudul “Panggilan Kepada Mujahidin Di Bumi Syam” oleh Mas’ul (perwakilan) SJN dan efek yang ditimbulkan atas terbitnya rilisan tersebut.
Kepada semua media jihad, kami sampaikan beberapa hal penting sebagai berikut:
1. Kami tegaskan kembali bahwa Shoutul Jihad Nusantara (SJN) merupakan entitas/domain mandiri dan kami merasa terhormat untuk memiliki kesempatan dan bekerjasama dengan saudara-saudara kami di GIMF (semoga Alloh menjaga mereka). Kami juga telah menunjuk bahwa SJN bertindak sebagai aktivis media jihad nusantara (yang sebenarnya berlaku meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina dan Pattani) untuk menyampaikan rilisan internasional mereka.
2. Kami perjelas kembali bahwa awal dari kesalahfahaman ini disebabkan oleh rilisan Mas’ul (perwakilan) SJN yang tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi/pembahasan bersama. Rilisan tersebut telah dikirimkan oleh perwakilan yang sama, dan pernyataan tersebut kemudian dipublikasikan oleh saudara-saudara kami di GIMF (semoga Alloh menjaga mereka) seperti halnya rilisan SJN sebelumnya. Kita semua mengetahui bersama bahwa sikap, misi dan visi GIMF sebagai media yang melayani mujahidin dengan moto “Mengamati berita Mujahidin dan Mentahridh Kaum Mu’minin”. Semoga Alloh Ta’ala memberikan keberkahan atas mereka dan usaha mereka.
3. Kami nyatakan permintaan maaf atas tuduhan yang dialamatkan kepada GIMF dari kesalahfahaman yang disebabkan oleh perwakilan kami serta kami sampaikan terima kasih kepada saudara-saudara kami atas pengertian dan penerimaan maaf kami. Dengan ini pula kami menyatakan bahwa konflik yang terjadi antara kami dan GIMF akibat rilisan sepihak SJN ini telah berakhir, semua persoalan telah jelas dan saat ini dalam dalam proses perbaikan bersama.
Kepada media yang telah mempublikasi rilisan pernyataan SJN akan tetapi tidak melakukan hal yang sama dari rilisan klafirikasi kami yang pertama, kami katakan: Takutlah kepada Alloh! Jika kalian ingin berlaku adil, maka publikasikan rilisan pertama kami dan rilisan kami yang terakhir ini juga.
Tidak dapat diaksesnya Forum Islam Al-Busyro merupakan murni dari pemblokiran pihak hosting disebabkan karena adanya “konten ekstrimis” dan bukan disebabkan karena adanya kesengajaan, namun kami bersyukur kepada Alloh atas usaha saudara-saudara kami, forum telah kembali.
Kami sampaikan pula ucapan terima kasih dan penghargaan kepada setiap media jihad yang ikut berperan dalam menyampaikan rilisan pernyataan klarifikasi kami kepada semua pihak. Semoga Alloh Ta’ala membalas kebaikan mereka.
Dan kepada kaum Muslimin di Indonesia, kami menyampaikan:
Bertaqwalah kepada Alloh, janganlah “perselisihan” yang terjadi atas Mujahidin Syam telah membuat kalian melupakan saudara kalian yang berada di Indonesia. Karena para mujahidin di Indonesia (utamanya MIT) saat ini sedang terjepit akibat ulah aparat thoghut yang semakin intensif mengawasi gerak-gerik mereka. Mereka butuh dukungan… mereka butuh kita. Jika kita disibukkan dengan melibatkan diri dalam “perselisihan” mujahidin Syam, lalu siapa yang akan menjadi anshor bagi mereka ?
Taufik waaliyut Wallohu…
Wallohul musta’an…
Al Busyro
~ Tim Administrator / Idaroh Forum Islam Al-Busyro ~ 
Ahad, 24 Sya’ban 1435 H / 22 Juni 2014
Di sini kita bermula, di Ma’rokah kita kan berjumpa
Dipublikasikan oleh Shoutussalam Islamic Media